Bawaslu Sragen Ajak Siswa SMKN 1 Miri Jadi Pemilih Cerdas, Tolak Politik Uang dan Hoaks di Era Digital
|
SRAGEN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sragen menggelar kegiatan sosialisasi pendidikan demokrasi di SMK N 1 Miri pada Kamis (23/10/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali pelajar yang sebagian akan segera menjadi pemilih pemula dengan pemahaman kepemiluan dan pengawasan pemilu.
Acara dibuka oleh Eko Wihartono selaku perwakilan bagian Kesiswaan SMK N 1 Miri. Dalam sambutannya, Eko menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah sekolah untuk menambah literasi siswa tentang kepemiluan dan pengawasan pemilu.
Bawaslu Sragen menghadirkan dua narasumber. Sesi pengisian materi pertama disampaikan oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi (PP dan Datin) Bawaslu Kabupaten Sragen, Kukuh Cahyono. Mengusung tema "Mengenal Bawaslu: Sahabat Demokrasi Generasi Z", Kukuh membuka paparannya dengan mengajak siswa berinteraksi mengenai konsep dasar kepemiluan.
Kukuh mengajak Ketua OSIS terpilih untuk berdiskusi mengenai proses kampanye yang dilakukannya untuk mendapatkan suara terbanyak. Ia menganalogikan bahwa Pemilu pada dasarnya sama dengan pemilihan ketua OSIS; masyarakat memilih pemimpin dengan alasan yang berdasar, seperti melihat visi, misi, program, kepribadian, serta rekam jejak (track record) yang jelas dari calon yang akan dipilih.
Lebih lanjut, Kukuh mengibaratkan Bawaslu layaknya wasit dalam sebuah pertandingan sepak bola. "Tanpa adanya wasit, pertandingan bisa berujung ricuh," jelasnya. Bawaslu bertugas mengawasi tahapan, mencegah, dan menindak pelanggaran agar Pemilu berjalan Jujur dan Adil.
Ia juga menyoroti bahaya praktik politik uang yang dapat merusak sendi-sendi demokrasi negara. Kukuh menegaskan bahwa generasi muda bukan hanya sekadar pemilih, melainkan 'Penjaga Demokrasi' yang harus berani melapor jika melihat pelanggaran tersebut.
Materi kedua dilanjutkan oleh Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Organisasi (SDMO) dan Diklat Bawaslu Sragen, Sri Wiharini. Membawakan materi bertajuk "Pemilih Bijak di Era Digital", Sri Wiharini mengawali sesinya dengan memberikan tantangan seputar tugas Bawaslu yang dijawab dengan sangat antusias oleh para siswa.
Dalam paparannya, Sri Wiharini mengingatkan bahwa Generasi Z adalah kelompok yang sangat aktif di media sosial, namun di sisi lain rentan terpengaruh oleh informasi instan dan hoaks. Oleh karena itu, ia berpesan agar para siswa menjadi pemilih yang rasional, kritis, dan tidak mudah terbawa arus tren yang tidak berdasar.
"Pilihlah calon yang bisa menginspirasi, bukan yang hanya viral di TikTok," tegas Rini kepada para peserta.
Lebih lanjut Sri Wiharini memberikan pesan agar para siswa menggunakan hak pilihnya dan tidak golput, karena suara mereka menentukan arah masa depan bangsa. Ia juga mengajak seluruh elemen pelajar untuk memutus rantai budaya politik uang dan hoax.
Menutup rangkaian kegiatan, Kukuh menekankan bahwa Bawaslu tidak bisa bergerak dan menindak pelanggaran secara maksimal jika hanya bekerja sendiri. Partisipasi aktif berupa keberanian masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran menjadi kunci utama dalam mewujudkan Pemilu yang berintegritas dan berkualitas.
Penulis dan Foto: brian
Editor: brian