Lompat ke isi utama

Berita

Tuntas Kawal Data Pemilih 2025, Bawaslu Sragen Siap "Tancap Gas" Menuju 2026

1235h

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sragen resmi merampungkan tugas pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk periode tahun 2025. Penuntasan agenda ini ditandai dengan kehadiran Bawaslu Sragen dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Evaluasi Pengawasan PDPB dan Hubungan Kerja Sama Antar Lembaga Tahun 2025 yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada 19–21 Desember 2025.

Mewakili Bawaslu Kabupaten Sragen, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H), Sumadi, hadir langsung dalam forum tersebut. Kehadiran ini menegaskan bahwa Bawaslu Sragen telah menuntaskan seluruh rangkaian pengawasan uji petik dan pencermatan data pemilih di Bumi Sukowati sepanjang tahun 2025.

Apresiasi di Tengah Efisiensi Anggaran

Dalam forum evaluasi tersebut, Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Bawaslu daerah. Lolly menekankan pentingnya menyambut tahun 2026 dengan semangat baru, meskipun tahun 2025 berjalan di tengah efisiensi anggaran.

"Terima kasih telah melaksanakan pengawasan PDPB di tahun 2025. Banyak temuan yang telah dihimpun oleh Bawaslu RI, ini menjadi bukti bahwa meski tidak ada anggaran, kerja-kerja pengawasan tetap berjalan tuntas dan berkualitas," ujar Lolly.

Simbol Kerja Keras dan Penjaga Demokrasi

Sementara itu, Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono, yang membuka acara, hadir dengan mengenakan batik lengan pendek. Ia menyebut busana tersebut sebagai simbol kesiapan menyambut tahun 2026 dengan kerja keras. Menurutnya, pemilu dimulai dari sekarang, yakni dari penyusunan data pemilih.

"Puncak pemilu adalah konversi suara ke kursi. Kita harus berada di garda terdepan menjaga demokrasi. Kejahatan tertinggi dalam pemilu adalah menggeser suara. Kita pastikan yang terpilih benar-benar menduduki kursinya untuk menyejahterakan rakyat," tegas Totok.

Diskursus Data dan Malam Apresiasi

Rakornas ini juga menjadi ajang diskusi kritis bersama para pakar. Anik Sholiha menyoroti posisi PDPB yang masih praksis periodik dan menyarankan penguatan otoritas KPU serta pembuatan aplikasi yang aksesibel namun aman. Senada dengan itu, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) memberikan masukan agar PDPB menjadi sumber data primer yang langsung ditetapkan, sehingga kerja pengawasan berkelanjutan menjadi lebih bermakna.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Malam Apresiasi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat serta Anugerah Kehumasan Bawaslu Tahun 2025. Sekretaris Jenderal Bawaslu RI dalam sambutannya memuji dedikasi tim Humas Bawaslu di seluruh Indonesia. "Humas terbuka, pemilu terpercaya. Meski belum merata, konten yang disajikan semakin menarik. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi bagi usaha teman-teman," ungkapnya.

Sragen Siap Songsong 2026

Bagi Bawaslu Sragen, selesainya pengawasan PDPB 2025 dan arahan dari Rakornas menjadi modal kuat untuk melangkah ke depan. Sumadi menegaskan kesiapan lembaganya menindaklanjuti seluruh rekomendasi strategis.

"Alhamdulillah, pengawasan PDPB tahun 2025 sudah selesai kita laksanakan. Catatan dari pimpinan Bawaslu RI, mulai dari soal pengawasan uji petik hingga semangat menjaga kemurnian suara, menjadi atensi utama kami," ujar Sumadi.

Ia menambahkan, hasil evaluasi 2025 akan menjadi dasar yang kuat. "Sesuai arahan pimpinan dan simbol kerja keras yang digaungkan Pak Totok, Bawaslu Sragen siap memasang 'kuda-kuda' untuk tahapan selanjutnya di tahun 2026," pungkasnya.

Penulis dan Foto: Brian 

Editor: Hum@s