Lompat ke isi utama

Berita

Maksimalkan Peran Kehumasan, Bawaslu Sragen Tekankan Pentingnya Visual Storytelling

12357k

SRAGEN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sragen terus berupaya meningkatkan standar kualitas publikasi dan dokumentasi lembaga. Hal ini menjadi bahasan utama dalam rapat internal Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) yang digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Sragen, Selasa (20/1/2026).

Rapat yang dipimpin oleh Koordinator Divisi (Kordiv) P2H, Sumadi, ini tidak hanya membahas matriks program kerja yang akan segera dilaksanakan, tetapi juga menyoroti secara spesifik mengenai tata cara pengambilan dokumentasi kegiatan agar memiliki nilai visual storytelling (gambar yang bercerita).

Sumadi menekankan bahwa peran kehumasan Bawaslu tidak sekadar melaporkan kegiatan, namun juga menyajikan informasi visual yang kuat kepada publik. Dalam arahannya, ia meminta jajaran staf untuk lebih jeli dalam mengambil sudut pandang (angle) foto saat meliput kegiatan.

"Dokumentasi kehumasan itu tidak boleh asal jepret atau sekadar formalitas. Sebuah gambar harus bisa 'berbicara' tentang apa yang sedang kita kerjakan tanpa perlu banyak teks penjelas. Foto harus mampu merekam aktivitas nyata, seperti ekspresi saat diskusi, gestur saat membedah regulasi, atau interaksi aktif, bukan hanya foto pose kaku menatap kamera," tegas Sumadi.

Lebih lanjut, Sumadi memberikan arahan teknis agar pengambilan gambar memperhatikan komposisi dan momen. Ia mengingatkan bahwa foto yang baik harus memuat konteks kegiata misalnya, memastikan materi rapat atau draf program kerja terlihat dalam frame sebagai penegas bahwa rapat tersebut membahas hal substansial, bukan sekadar kumpul-kumpul.

"Kita ingin publik melihat Bawaslu Sragen bekerja serius lewat visual yang kita sajikan. Jadi, ambil angle yang menunjukkan dinamika rapat, siapa yang berbicara, dan apa yang dibahas. Itu kunci agar pesan pencegahan dan pengawasan kita sampai ke masyarakat," tambahnya.

Selain penguatan kapasitas dokumentasi, rapat ini juga membahas manajemen kearsipan hasil pengawasan. Kerapian arsip dinilai krusial sebagai bukti otentik kinerja lembaga serta memudahkan akses data saat dibutuhkan.

Penulis dan Foto: brian 

Editor: Hum@s