Lompat ke isi utama

Berita

Sasar Pemilih Pemula, Bawaslu Sragen Siapkan Metode Edukasi Pengawasan Ala Gen Z Usai Ikuti ToT P2P Jateng

12358l

SRAGEN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sragen terus mematangkan strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Jajaran Bawaslu Sragen mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah secara daring, Pada hari ini, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Bawaslu Sragen untuk menyelaraskan langkah strategis sesuai dengan instruksi dari Bawaslu Provinsi. Fokus utama dari program P2P kali ini adalah membidik segmen pemilih pemula, khususnya di kalangan pelajar yang akan menyalurkan hak suaranya.

Menindaklanjuti arahan dari Bawaslu Jawa Tengah, Bawaslu Sragen berkomitmen untuk segera melaksanakan program pendidikan tersebut di wilayah Sragen. Menyadari bahwa audiens yang disasar adalah anak muda atau Generasi Z (Gen Z), Bawaslu Sragen akan melakukan penyesuaian metode pembelajaran agar pesan pengawasan tidak terkesan kaku dan membosankan. Pendekatan yang akan digunakan lebih menitikberatkan pada metode interaktif, diskusi ringan, pemanfaatan media digital, dan pendekatan ala anak muda yang relevan dengan keseharian mereka.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sragen, Sumadi, menegaskan bahwa penyesuaian gaya komunikasi mutlak diperlukan saat berhadapan dengan pelajar.

"Kami di Bawaslu Sragen siap melaksanakan penuh arahan dari Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Karena target utama kita adalah pelajar dan pemilih pemula, tentu pendekatannya harus berbeda. Kita tidak bisa lagi menggunakan metode ceramah konvensional satu arah. Kami akan menggunakan metode belajar dan sosialisasi yang 'Gen Z banget' yaitu lebih interaktif, fun, memanfaatkan tren digital, dan menggunakan bahasa yang mudah mereka cerna. Harapannya, semangat pengawasan partisipatif ini bisa menular secara alami di kalangan anak muda Sragen," ujar Sumadi usai mengikuti kegiatan ToT daring tersebut.

Lebih lanjut, Sumadi menjelaskan bahwa pelibatan generasi muda bukan sekadar untuk meningkatkan angka partisipasi datang ke TPS, melainkan untuk mencetak kader-kader pengawas partisipatif yang berani bersuara dan menolak praktik-praktik pelanggaran seperti politik uang maupun hoaks di media sosial.

Ke depannya, melalui langkah inovatif ini, Bawaslu Sragen optimis dapat melahirkan generasi pemilih yang cerdas, kritis, dan peduli terhadap demokrasi.

 

Penulis dan Foto: brian 

Editor: Hum@s