Podcast Bawaslu & KPU Sragen: Sinergi dan Strategi di Masa Non-Tahapan Pemilu
|
Sragen – Dalam rangka memperkuat sinergi antar lembaga penyelenggara dan pengawas Pemilu, Ketua KPU Kabupaten Sragen, Prihantoro PN, S.E., dan Ketua Bawaslu Kabupaten Sragen, Dwi Budhi Prasetyo, S.Fil.I., M.H., tampil bersama dalam sebuah podcast yang dipandu oleh Elli Julimas, S.H.. Podcast ini mengupas tuntas peran strategis kedua lembaga di masa non-tahapan Pemilu.
Perbincangan yang dikemas santai namun penuh informasi ini membahas berbagai kegiatan penting yang tetap dilaksanakan meskipun tidak sedang berada di periode tahapan resmi Pemilu. Suasana diskusi yang cair, dipandu host dengan gaya komunikatif, membuat pembahasan menjadi mudah dipahami, namun tetap menampilkan komitmen kedua lembaga untuk terus bekerja demi terwujudnya Pemilu yang berkualitas.
Prihantoro menjelaskan bahwa di masa non-tahapan, KPU Sragen tetap menjalankan sejumlah agenda utama seperti pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB), penyusunan dan evaluasi teknis penyelenggaraan Pemilu sebelumnya, serta mempersiapkan rancangan regulasi dan kebutuhan logistik untuk tahapan berikutnya.
“Kami tidak pernah berhenti bekerja. PDPB adalah prioritas kami saat ini, agar data pemilih tetap akurat. Selain itu, evaluasi teknis juga kami lakukan untuk memperbaiki kinerja di tahapan mendatang,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan publik menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kualitas data pemilih.
“Partisipasi publik itu penting. Masyarakat dapat membantu dengan melapor jika ada perubahan data, seperti pindah domisili atau status kependudukan. Dengan begitu, Pemilu bisa berjalan lebih berkualitas,” tambah Prihantoro.
Senada dengan itu, Dwi Budhi memaparkan bahwa Bawaslu Sragen memanfaatkan masa non-tahapan untuk penguatan pengawasan partisipatif, peningkatan kapasitas SDM internal, serta mendorong pendidikan politik bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa pengawasan merupakan proses berkelanjutan, termasuk pada kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu di luar tahapan.
“Pengawasan tidak mengenal musim. Di masa non-tahapan, kami punya waktu untuk memperkuat kapasitas pengawas, membangun jaringan pengawasan partisipatif, dan meningkatkan literasi politik masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Bawaslu Sragen juga melakukan pengawasan dan uji petik pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PPDB) yang dilakukan oleh KPU.
“Kami memastikan proses PDPB berjalan sesuai prosedur. Uji petik kami lakukan untuk memastikan akurasi data dan meminimalkan potensi masalah pada tahapan berikutnya,” tegas Dwi Budhi.
Bagi Dwi Budhi, integritas Pemilu adalah hasil dari kerja konsisten yang dibangun sejak awal.
“Integritas Pemilu itu proses jangka panjang. Koordinasi dengan KPU menjadi bagian penting agar setiap tahapan nanti berjalan jujur, adil, dan transparan,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, keduanya sepakat bahwa koordinasi dan komunikasi yang baik antara KPU dan Bawaslu adalah kunci terciptanya penyelenggaraan Pemilu yang berkualitas. Masa non-tahapan justru dianggap sebagai momentum emas untuk melakukan konsolidasi internal, membangun kesadaran politik publik, serta menyiapkan segala aspek teknis dan strategis demi kesuksesan Pemilu berikutnya.
Podcast ini, yang dipandu oleh Elli Julimas, S.H., diharapkan dapat menjadi sarana edukasi publik mengenai kerja-kerja KPU dan Bawaslu yang sering kali luput dari perhatian masyarakat, sekaligus menginspirasi partisipasi aktif warga dalam mengawal demokrasi di Kabupaten Sragen.
Penulis: Humas
Editor: Humas