Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Sragen Kaderkan Generasi Muda Lewat Pendidikan Pengawas Partisipatif, Hadapi Tantangan di Pemilu 2029

1g2358

Sragen – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sragen menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang berlangsung di Aula BKPSDM Lantai 3, Komplek Pemda Terpadu Kabupaten Sragen, pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Sragen dengan tujuan membentuk generasi muda yang melek demokrasi dan siap mengawal Pemilu 2029 yang bermartabat.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sragen, Dwi Budhi Prasetyo, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan Program Prioritas Nasional Bawaslu yang telah berjalan sejak tahun 2017. Program yang sebelumnya dikenal dengan nama Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) ini kini bertransformasi menjadi P2P dengan mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat." Menurutnya, program ini dirancang khusus untuk membentuk pemilih pemula yang memiliki pemahaman mendalam tentang demokrasi, kepemiluan, serta pengawasan partisipatif.

Sementara itu, Wahyudi Sutrisno selaku Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama dan tidak dapat dilakukan hanya oleh penyelenggara pemilu. Ia memaparkan bahwa Bawaslu terus mengembangkan berbagai program pengawasan partisipatif seperti Desa Anti Politik Uang, Desa Pengawasan, kader pengawas partisipatif, hingga Pendidikan Pengawas Partisipatif. Menurutnya, tantangan pengawasan pemilu ke depan semakin kompleks dengan ancaman penyebaran hoaks, ujaran kebencian, pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI), deepfake, hingga politik uang. "Generasi Z dan Generasi Alpha diperkirakan menjadi kelompok pemilih terbesar pada Pemilu 2029, sehingga kalian memiliki peran yang sangat strategis.

Dalam sesi pemaparan materi, Sumadi kordiv pencegahan, Parmas, Humas selaku salah satu narasumber menyampaikan pentingnya pengembangan gerakan pengawasan partisipatif yang tidak berhenti setelah kegiatan P2P usai. Ia mendorong para peserta untuk membentuk komunitas pengawas partisipatif di sekolah masing-masing sebagai wadah untuk terus belajar dan berbagi pengetahuan tentang kepemiluan. "Pemilihan Ketua OSIS dapat dijadikan miniatur pelaksanaan pemilu dengan melibatkan Bawaslu dan KPU," ungkapnya. Hal ini, lanjut Sumadi, akan memberikan pengalaman nyata kepada para pelajar tentang bagaimana proses demokrasi berjalan sekaligus melatih mereka untuk menjadi pengawas yang kritis dan bertanggung jawab.

Dengan digelarnya Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu Sragen berkomitmen untuk terus mencetak generasi Demokrasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki integritas dan kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas pemilu. Para peserta diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam mengawal jalannya demokrasi, mulai dari lingkungan sekolah hingga masyarakat luas. Mereka didorong untuk aktif dalam kegiatan literasi demokrasi, podcast, dan berbagai kegiatan kepemiluan yang dapat menginspirasi teman-teman seangkatan mereka untuk turut berpartisipasi.

Penulis dan Foto: Hum@s

Editor: Hum@s