Lompat ke isi utama

Berita

Antara Suara Rakyat dan Suara Bayi Kisah Heroik PKD Melahirkan Prematur Dalam Tugas Pengawasan

123582

Pemilihan Serentak 2024 menyimpan banyak kisah perjuangan dan pengabdian. Salah satunya datang dari Ayu Anisa, PKD Desa Kedawung Kecamatan Mondokan, yang harus memilih antara dua suara penting dalam hidupnya, suara rakyat dan suara bayinya.

Dilantik pada 1 Juni 2024, Ayu menjalankan tugas pengawasan dengan penuh komitmen. Bahkan di hari menjelang pernikahannya sekalipun. Setelah mengetahui dirinya hamil, Ayu tetap aktif mengikuti seluruh kegiatan Bawaslu, termasuk perjalanan jauh menghadiri Apel Siaga, pengawasan kampanye, hingga persiapan TPS.

Puncaknya, setelah mengawal 13 Pengawas TPS di 13 TPS pada tanggal 27 November 2024 dan lembur digitalisasi DP4 hingga tengah malam di hari berikutnya, Ayu mengalami ketuban pecah dini di usia kandungan belum genap 7 bulan. Ia dilarikan ke RSUD Sragen.  Dan pada 1 Desember 2024 akhirnya harus melahirkan bayi prematur dengan berat 1,7 kg yang harus dirawat di NICU (Neonatal Intensive Care Unit)

Dari kisah Ayu ini menunjukkan pada kita, perlunya perlindungan khusus bagi pengawas perempuan yang sedang hamil. Perlunya pula manajemen beban kerja yang lebih humanis pada masa puncak pengawasan.

Beberapa opsi yang dapat diterapkan seperti dibuat SOP khusus untuk pengawas rentan, termasuk penyesuaian penugasan. Bisa juga dengan alternatif skema rotasi atau tugas fleksibel bagi pengawas dalam kondisi khusus/ rentan.

Perjuangan Ayu Anisa membuktikan bahwa pengawasan Pemilu dijalankan oleh mereka yang berdedikasi tinggi. Namun, kisah ini juga menjadi pengingat penting bahwa keselamatan pengawas harus menjadi prioritas. Semoga pengalaman Ayu menjadi dorongan untuk memperkuat sistem pengawasan yang lebih aman dan berpihak pada keselamatan personel.

Penulis dan Foto: Sri Wiharini

Editor: Sri Wiharini