Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Sragen: Hukum, Ramadan Dan Keteladanan Rosulullah
|
Sragen - Surat Al baqarah ayat 183 yang sudah lazim terdengar di bulan Ramadan, kembali disampaikan oleh Moh. Syamsul Arifin saat mengisi program Ngabuburit Pengawasan. Disampaikannya bahwa ayat tersebut menegaskan tujuan utama dari hukum puasa yaitu membentuk ketakwaan. Artinya hukum dalam Islam tidak sekadar mengatur perilaku lahiriah, tetapi juga membentuk kesadaran batin.
Ramadan juga dimaknainya sebagai madrasah hukum. Dengan berpuasa mengajarkan untuk tunduk pada aturan Allah. Yakni menahan diri, menjaga lisan, dan mengendalikan hawa nafsu. Semua itu adalah bentuk kepatuhan terhadap hukum Illahi.
Kemudian ia mencotohkan keteladanan Rosulullah ketika tepatnya pada Fathu Makkah (penaklukan Makkah). Saat itu ada seorang wanita yang mencuri. Ia adalah wanita bangsawan dari Bani Makhzum. Masalah ini membuat heboh kaumnya. Para sahabat merasa khawatir karena wanita itu berasal dari kalangan terpandang. Mereka mencoba mencari jalan agar hukuman tidak ditegakkan. Mereka bahkan meminta bantuan Usamah bin Zaid, sahabat yang sangat dicintai Rosulullah untuk menjadi perantara.
Dalam situasi tersebut, Rosulullah justru dengan tegas bersabda, “Sesungguhnya yang membinasakan umat sebelum kalian adalah apabila orang terpandang mencuri mereka biarkan, tetapi jika orang lemah mencuri mereka tegakkan hukum. Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya.”
Dengan kisah tersebut, Moh. Syamsul menuturkan bahwa hukum di dalam Islam berdiri di atas keadilan, bukan pada status sosial. Tidak ada diskriminasi, tidak ada tebang pilih. Inilah keteladanan agung Rosulullah dalam menegakkan hukum. Inilah bukti bahwa hukum harus ditegakkan dengan adil tanpa pandang bulu.
Selain itu ia juga mengutip Surah Al Ma idah ayat 8, dan menegaskan kembali bahwa keadilan adalah inti dari hukum dan keadilan harus berdiri di atas nilai ketakwaan. Keadilan tidak boleh terpengaruh oleh perasaan suka atau benci.
Ngabuburit Pengawasaan pada selasa (10/3/2026) itu disiarkan melalui kanal Youtube Bawaslu Sragen. Sebelum mengakhiri Moh. Syamsul mengajak untuk meneladani Rosulullah SAW dalam menegakkan hukum dengan adil, bijaksana dan penuh kasih.
Penulis dan Foto: Hum@s
Editor: Hum@s