Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Sragen Gelar Uji Petik Data Pemilih dan Rawat Desa Anti Politik Uang di Krikilan

12357s

SRAGEN — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sragen melaksanakan kegiatan Uji Petik Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) dan pembinaan program Desa Anti Politik Uang di Desa Krikilan Kecamatan Kalijambe pada hari Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Bawaslu Sragen dalam memastikan akurasi daftar pemilih sekaligus menjaga integritas masyarakat untuk kontestasi demokrasi mendatang. Desa Krikilan sendiri sebelumnya telah diinisiasi sebagai salah satu percontohan Desa Anti Politik Uang di Kabupaten Sragen.

Dalam pelaksanaan uji petik tersebut, Bawaslu Kabupaten Sragen berkoordinasi dengan pihak desa dan meminta pembaruan beberapa elemen data kependudukan. Data yang dihimpun dan dicocokkan meliputi: daftar penduduk yang sudah meninggal dunia, warga pemilih pemula yang baru menginjak usia 17 tahun, warga yang pindah domisili, data pensiunan TNI/Polri yang kini mendapatkan kembali hak pilihnya, serta warga sipil yang baru saja direkrut menjadi anggota aktif TNI/Polri sehingga hak pilihnya dicabut sementara. Validasi ini agar tidak ada satu pun suara yang hilang atau disalahgunakan.

Selain memastikan kevalidan data pemilih, jajaran Bawaslu juga melaksanakan dialog secara langsung dengan Kepala Desa Krikilan. Dialog ini bertujuan untuk "merawat" semangat warga Desa Krikilan agar tetap konsisten menolak segala bentuk praktik politik uang (money politics) yang kerap mencederai nilai-nilai demokrasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sragen, Dwi Budhi Prasetyo, menegaskan bahwa kedua agenda tersebut ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas.

"Uji petik pemutakhiran data ini sangat krusial untuk melindungi hak pilih warga negara. Satu suara sangat berharga, sehingga datanya harus valid dan akurat. Di saat yang sama, kehadiran kami di Desa Krikilan adalah untuk merawat desa anti politik uang. Kami ingin memastikan predikat Desa Anti Politik Uang bukan sekadar seremonial belaka, melainkan benar-benar mendarah daging dalam prinsip warga. Demokrasi yang sehat selalu dimulai dari daftar pemilih yang bersih dan masyarakat yang berintegritas tinggi," tegas Dwi Budhi Prasetyo dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Dwi Budhi berharap sinergi yang baik dengan perangkat desa dan langkah proaktif masyarakat Desa Krikilan dapat menular ke desa-desa lain di Kecamatan Kalijambe maupun di seluruh wilayah Kabupaten Sragen.

Penulis dan Foto: brian

Editor: Hum@s