Lompat ke isi utama

Berita

Peringati Hari Kartini, Bawaslu Sragen Gaungkan Peran Perempuan Dalam Demokrasi Melalui Podcast Odise KP KPU Sragen

12358g

Sragen – Anggota Bawaslu Kabupaten Sragen, Sri Wiharini hadir sebagai narasumber dalam Podcast Odise KP yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen. Dengan tema yang diusung Peran Perempuan Dalam Demokrasi. Hal ini sejalan dengan progres Bawaslu dalam  menyebarluaskan urgensi Demokrasi di tengah Masyarakat. 

Sri Wiharini menyampaikan kilas balik bagaimana pribadi  RA Kartini sebagai Inteletual yang visioner yang  memperjuangkan kesetaraan, namun tidak melawan kondrat sebagai perempuan. Ia mengutip beberapa surat  RA Kartini yang dikirimkan kepada sahabat-sahabatnya yang terususun dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang. 

Lebih lanjut Sri Wiharni menyatakan sebagai pemilih terbesar perempuan memiliki pengaruh yang besar pula dalam menentukan arah kebijakan Negara. Perempuan jangan hanya dijadikan lumbung suara.  Ruang dan regulasi sudah terbuka, perempuan memiliki kesetaraan untuk menjadi pemimpin. Karena itu perlu keberanian untuk membawa perubahan, tentunya dengan diimbangi nilai integritas dan kompetensi.

Menurut Sri Wiharini dalam pemilu dan pemilihan di 2024, Bawaslu Sragen sudah mengalokasikan 30 persen perekrutan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan  dan Pengawas TPS, namun  baru mencapai  20 persen lebih. Dengan kekurangan tersebut  menjadi evaluasi dan perbaikan. Dan sudah di mulai di masa non tahapan ini dengan menyampaikan pemahaman agar masyarakat, terutama perempuan mau peduli dan berperan dalam demokrasi. Upaya tersebut salah satunya  dengan program konsolidasi demokrasi, di antaranya dengan berinteraksi langsung kepada warga maupun organisasi perempuan. 

 Selain itu  Bawaslu Sragen juga mendoronga agar perempuan tidak hanya menggunakan hak pilihnya dengan benar, tapi juga aktif sebagai pengawas partisipatif. Hal itu sudah dilaksanakan dengan mulai menjalin kerja sama dengan Tim Pemggerak Pemberdayaan dan kesejahteraan Keluarga (TP PKK) di Kabupaten Sragen.

Diharapkan dengan memperkaya literasi demokrasi bagi perempuan,  pemilih perempuan  dapat memilih pemimpin dengan bijak berdasarkaan hati nurani. Dengan peran aktif perempuan yang menggunakan hak pilihnya maupun sebagai kontestan untuk dipilih, maka semakin meningkatkan kualitas demokrasi. 

Penulis dan Foto: Hum@s

Editor: Hum@s