Peringati Hari Kartini, Bawaslu Sragen Gaungkan Peran Perempuan Dalam Demokrasi Melalui Podcast Odise KP KPU Sragen
|
Sragen – Anggota Bawaslu Kabupaten Sragen, Sri Wiharini hadir sebagai narasumber dalam Podcast Odise KP yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen. Dengan tema yang diusung Peran Perempuan Dalam Demokrasi. Hal ini sejalan dengan progres Bawaslu dalam menyebarluaskan urgensi Demokrasi di tengah Masyarakat.
Sri Wiharini menyampaikan kilas balik bagaimana pribadi RA Kartini sebagai Inteletual yang visioner yang memperjuangkan kesetaraan, namun tidak melawan kondrat sebagai perempuan. Ia mengutip beberapa surat RA Kartini yang dikirimkan kepada sahabat-sahabatnya yang terususun dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang.
Lebih lanjut Sri Wiharni menyatakan sebagai pemilih terbesar perempuan memiliki pengaruh yang besar pula dalam menentukan arah kebijakan Negara. Perempuan jangan hanya dijadikan lumbung suara. Ruang dan regulasi sudah terbuka, perempuan memiliki kesetaraan untuk menjadi pemimpin. Karena itu perlu keberanian untuk membawa perubahan, tentunya dengan diimbangi nilai integritas dan kompetensi.
Menurut Sri Wiharini dalam pemilu dan pemilihan di 2024, Bawaslu Sragen sudah mengalokasikan 30 persen perekrutan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan dan Pengawas TPS, namun baru mencapai 20 persen lebih. Dengan kekurangan tersebut menjadi evaluasi dan perbaikan. Dan sudah di mulai di masa non tahapan ini dengan menyampaikan pemahaman agar masyarakat, terutama perempuan mau peduli dan berperan dalam demokrasi. Upaya tersebut salah satunya dengan program konsolidasi demokrasi, di antaranya dengan berinteraksi langsung kepada warga maupun organisasi perempuan.
Selain itu Bawaslu Sragen juga mendoronga agar perempuan tidak hanya menggunakan hak pilihnya dengan benar, tapi juga aktif sebagai pengawas partisipatif. Hal itu sudah dilaksanakan dengan mulai menjalin kerja sama dengan Tim Pemggerak Pemberdayaan dan kesejahteraan Keluarga (TP PKK) di Kabupaten Sragen.
Diharapkan dengan memperkaya literasi demokrasi bagi perempuan, pemilih perempuan dapat memilih pemimpin dengan bijak berdasarkaan hati nurani. Dengan peran aktif perempuan yang menggunakan hak pilihnya maupun sebagai kontestan untuk dipilih, maka semakin meningkatkan kualitas demokrasi.
Penulis dan Foto: Hum@s
Editor: Hum@s