Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Sragen: Mencegah Yang Munkar

12359j

Sragen- Melalui kanal Youtube Bawaslu Kabupaten Sragen, dalam program ngabuburit Pengawasan, Sumadi anggota Bawasalu Kabupaten Sragen, menyampaikan pesan amar makruf nahi munkar dalam momentum bulan Ramadhan. Puasa disebutnya sebagai menahan diri. Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa. Lebih luas dari itu adalah bagaimana menjaga agar ibadah puasa benar-benar berbobot, benar-benar berisi. 

Dari sisi lain puasa Ramadhan berarti mencegah sesuatu dari yang munkar, mengajak ke sesuatu yang baik. Implementasinya kemudian menumbuhkan rasa empati sosial.  Dan berkaitan antara Ramadhan dan Bawaslu, ia menyebut Bawaslu tidak hanya hadir pada saat pemilu, atau pada saat tahapan saja, tetapi juga di masa non tahapan.

“Di awal tadi bahwa ada upaya untuk amar makruf nahi munkar dalam Ramadhan, maka dalam hal demokrasi, Bawaslu salah satu penggerak yang mengajak masyarakat untuk taat pada aturan dan mencegah terjadinya pelanggaran. Contoh nahi munkar berarti kemungkaran itu bisa kita ilustrasikan dengan politik uang. Kemungkaran bisa kita ilustrasikan dengan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi pada saat pemilu. Bawaslu meskipun berwenang  menindak sesuai regulasi, namun kita juga mencegah agar pelanggaran itu tidak terjadi,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa Ramadhan bukan hanya bicara tentang bulan Ramadhan. Tapi Ramadhan juga bicara tentang sebelas bulan di luar Ramadhan. Apakah tetap sama seperti waktu Ramadhan. Apakah ada peningkatan amal ibadah atau malah sebaliknya?

“Harapannya Ramadhan yang penuh berkah ini kita maknai demokrasi sebagai ladang untuk kita amar makruf nahi munkar. Dengan upanya itu semoga pelaksanaan pemilu di 2029 bisa berjalan lebih bermartabat, lebih transparan dan lebih berkeadilan,” ujarnya di akhir Podcast yang ditayangkan dari aula kantor Bawaslu Kabupaten Sragen.

Penulis dan Foto: Hum@s 

Editor: Hum@s