Ngabuburit Pengawasaan Bawaslu Sragen : Kejujuran Dan Keadilan Dalam Strategi Penangan Pelanggaran
|
Sragen - Melalui Ngabuburit Pengawasn Bawaslu Kabupaten Sragen pada hari senin (2/3/2026), anggota Bawaslu Kabupaten Sragen Kukuh Cahyono menyampaikan tema Strategi Penangganan pelanggaran. Dikatakannya bahwa Ramadhan adalah bulan pelatihan. Kita bisa dilatih untuk jujur pada diri sendiri, pada orang lain walaupun memang tidak ada yang mengawasi ataupun melihat. Lalu Ia mengajak mengevaluasi diri apakah selama ini kita sudah jujur. Dan ke depan apakah kita bisa jujur dalam konteks pemilu dan pemilihan.
Menurutnya ada tiga poin yang bisa dipetik dari makna kejujuran. Pertama kejujuran yang berkaitan dengan iman. Hal ini merupakan pondasi di manapun berada. Kejujuran dalam Iman ini sangat diperlukan baik dalam segi sosial maupun segi lingkungan dalam keluarga. Dalam demokrasi kejujuran adalah alat untuk integritas diri.
Kedua Kejujuran melalui proses tabayun. Ketika ada informasi-informasi ataupun berita yang tidak benar tentu akan melakukan proses klarifikasi atau investigasi terlebih dulu. Inilah mengapa sebagai pengawas pemilu tentu harus berhati-hati ketika melakukan proses penanganan pelanggaran.
Ketiga Kejujuran yang terimplementasikan pada keadilan. Sebagai pegawas pemilu sudah semestinya harus berlaku adil. Berlaku adil terhadap siapapun, terhadap peserta maupun pemilih. Bahwasannya ada aturan yang memang harus ditegakkan.
Dan di sesi akhir ia memuturkan bahwa Ramadhan kali ini banyak sekali yang bisa dipetik sebagai pelajaran bahwa kemenangan sejati bukanlah saat berhasil mengalahkan lawan dengan berbagai cara.Kemenagan sejati itu bisa diraih dengan menahan ego, menahan diri dari melakukan kecurangan. Kemenangan sejati adalah kemenangan untuk menaklukkan diri sendiri.
Penulis dan Foto: Hum@s
Editor: Hum@s