Tingkatkan Kualitas Konten Publikasi, Bawaslu Sragen Ikuti Evaluasi Konten Kehumasan se-Jawa Tengah
|
SRAGEN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sragen mengikuti Rapat Evaluasi Publikasi Konten Kehumasan Semester I Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah secara daring, Rabu (15/7/2026). Sesuai dengan agendanya, rapat kali ini secara tajam membedah dan mengevaluasi tiga pilar utama produk publikasi kehumasan Bawaslu, yakni desain flyer, produksi video, dan penulisan berita.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana efektivitas, jangkauan, dan kualitas publikasi yang telah dilakukan oleh jajaran Bawaslu ditingkat kabupaten/kota selama enam bulan terakhir. Evaluasi ini dinilai penting mengingat peran hubungan masyarakat (Humas) sebagai garda terdepan dalam menyampaikan kerja-kerja Bawaslu, hingga edukasi politik kepada publik.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (Pencegahan, Parmas, dan Humas) Bawaslu Sragen, Sumadi, yang mengikuti rapat tersebut menyampaikan bahwa evaluasi ini menjadi momentum refleksi yang sangat penting bagi tim kehumasan di Sragen.
"Humas itu wajah dari lembaga Bawaslu. Melalui rapat evaluasi semester pertama ini, kita bisa memetakan secara objektif mana konten publikasi yang sudah efektif menjangkau dan mengedukasi masyarakat, serta ruang mana saja yang masih perlu kita perbaiki," ujar Sumadi usai mengikuti kegiatan daring tersebut.
Lebih lanjut, Sumadi merinci poin-poin evaluasi yang menjadi catatan penting bagi kehumasan Bawaslu Sragen ke depannya. Menurutnya, Bawaslu tidak bisa lagi sekadar memproduksi konten asalkan jadi, melainkan harus memperhatikan nilai estetika dan kaidah komunikasi massa.
"Tadi banyak dibedah soal desain flyer yang harus eye-catching, proporsional, dan pesannya langsung ditangkap masyarakat. Untuk video, kita didorong agar audio visualnya dikemas lebih kreatif, kekinian dan pesan yang disampaikan jelas agar bisa diterima oleh berbagai kalangan,di media sosial," urai Sumadi.
"Sedangkan untuk penulisan berita di website resmi, catatannya adalah menyajikan struktur tulisan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik, jelas unsur 5W1H-nya, dan judulnya menarik serta tidak panjang," tambahnya.
Sebagai tindak lanjut dari rapat daring ini, jajaran Bawaslu Sragen melalui Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas berkomitmen untuk langsung membenahi pola produksi konten harian lembaga. Sinkronisasi ide kreatif dan peningkatan kapasitas staf akan terus didorong agar flyer, tayangan video, hingga rilis berita yang diterbitkan Bawaslu Sragen semakin berbobot, menarik secara visual, dan efektif dalam mengedukasi masyarakat.
Penulis dan Foto: brian
Editor: Hum@s