Lompat ke isi utama

Berita

Sinergi Bawaslu dan KPU Sragen: Pemilih Pemula hingga Data Meninggal Jadi Fokus PDPB Triwulan 2

1235n8

Sragen – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sragen terus menggenjot akurasi data pemilih melalui program Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Dalam diskusi yang berlangsung di Kantor KPU Sragen tanggal 29/7/2026, Ketua KPU Sragen Prihantoro dan Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Sragen Sumadi menyoroti dua isu utama: pemilih pemula dan data pemilih meninggal dunia yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Pemilih pemula menjadi perhatian serius. Salah satu perwakilan siswa dari SMA Unggulan Rushd Masaran, Asyifa, menyampaikan bahwa masih banyak siswa yang belum terdaftar dalam data pemilih. "Kami berharap sekolah-sekolah bisa lebih aktif berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu agar data pemilih pemula lebih akurat," ujarnya. Menanggapi hal ini, Prihantoro menjelaskan bahwa KPU telah menjalin komunikasi dengan sejumlah sekolah, termasuk SMA dan SMK di Sragen, untuk melakukan uji petik dan sosialisasi demokrasi. " tinggal koordinasi lebih lanjut," tegasnya.

Sementara itu, Sumadi Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas  dari Bawaslu Sragen menekankan bahwa sinergi antar lembaga sangat dibutuhkan, termasuk peran aktif Pramuka, komunitas disabilitas, hingga purnawirawan TNI/Polri. "Pengawasan dilakukan oleh Bawaslu, tetapi KPU sebagai eksekutor teknis juga perlu didukung data dari Dinas Dukcapil dan pemerintah desa. Basis data penduduk tidak bisa bekerja sendiri, butuh masukan dari banyak pihak," jelasnya. Ia juga menyoroti data pemilih meninggal dunia yang masih menjadi PR besar. "Secara faktual sudah meninggal, tetapi secara hukum administrasi kadang belum terupdate. Ini perlu komunikasi intensif dengan pemda dan desa," tambahnya.

Kedua lembaga sepakat bahwa pemecahan masalah data pemilih membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Prihantoro berharap pemerintah daerah dapat sinergi kita semua KPU, Bawaslu, Dukcapil, sekolah, dan Masyarakat adalah kunci data pemilih yang bersih dan mutakhir untuk Sragen yang lebih baik," tutupnya.

Penulis dan Foto: Hum@s 

Editor: Hum@s