Lompat ke isi utama

Berita

Cetak Pengawas Partisipatif dari Kalangan Gen Z, Bawaslu Sragen Gelar Pendidikan Demokrasi di SMK Binawiyata

1d2358

SRAGEN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sragen terus bergerak mengawal kualitas demokrasi di wilayah Kabupaten Sragen (Tanah Manusia Purba). Pada Hari Jumat (24/7/2026) Bawaslu Sragen menggelar sosialisasi Pendidikan Demokrasi di SMK Binawiyata Sragen guna mencetak generasi muda, khususnya pemilih pemula, sebagai kader pengawas partisipatif pada perhelatan pesta demokrasi yang akan datang.

Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budhi Prasetyo, beserta dua Anggota Bawaslu Sragen, yakni Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi (Datin), Kukuh Cahyono, serta Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat (Parmas), dan Humas, Sumadi, tersebut turun langsung menjadi pemateri utama dalam kegiatan tersebut.

Dalam pemaparannya, Bawaslu Sragen menyoroti besarnya potensi yang dimiliki oleh generasi Z (Gen Z). Tercatat, pemilih dari kalangan generasi muda saat ini mendominasi hingga sekitar 52 persen dari total pemilih nasional. Karena itu, siswa-siswi SMK yang baru atau akan memasuki usia 17 tahun dinilai memiliki peran sangat penting, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai ujung tombak pengawasan di tengah masyarakat.

Untuk mendekatkan materi dengan dunia pelajar, Bawaslu menjelaskan tiga fungsi utama Bawaslu yaitu Pencegahan, Pengawasan, dan Penindakan pelanggaran menggunakan analogi struktur Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Analogi sederhana ini sukses mempermudah pemahaman para siswa mengenai perbedaan ranah kerja antara penyelenggara Pemilu (KPU) dan pengawas Pemilu (Bawaslu).

Selain pemahaman kelembagaan, para siswa juga dibekali fondasi asas pemilu Luber Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil). Bawaslu secara tegas mengampanyekan gerakan tolak politik uang (money politics). Siswa diimbau agar tidak mudah tergiur oleh imbalan materi sesaat, melainkan harus menentukan pilihan secara mandiri berdasarkan visi, misi, program kerja, serta rekam jejak para calon pemimpin.

Di sela-sela kegiatan, Ketua Bawaslu Kabupaten Sragen, Dwi Budhi Prasetyo, memberikan pesan ajakan kepada para pelajar SMK Binawiyata untuk berani mengambil peran.

"Generasi Z adalah pemegang kunci masa depan demokrasi kita. Jangan pernah biarkan suara dan idealisme kalian dibeli dengan harga berapa pun. Demokrasi yang sehat dimulai dari pemilih yang cerdas dan berintegritas. Oleh karena itu, kehadiran kami di sini adalah untuk mencetak kalian menjadi pengawas partisipatif. Awasi prosesnya, tolak kecurangannya, dan berani laporkan jika ada pelanggaran pemilu di sekitar kalian ke pengawas pemilu," tegas Budhi.

Lebih jauh, edukasi politik ini tidak sekadar berfokus pada rutinitas pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kordiv Pencegahan, Parmas, dan Humas, Sumadi, serta Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Datin, Kukuh Cahyono, turut membedah pemaknaan demokrasi dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Demokrasi di bangku sekolah diwujudkan melalui terjaminnya kebebasan berpendapat dan menyampaikan gagasan, hak untuk berorganisasi (seperti aktif di OSIS maupun ekstrakurikuler), serta terwujudnya kesetaraan hak antar-siswa tanpa membedakan gender, jurusan, maupun latar belakang.

Melalui Pendidikan Demokrasi ini, Bawaslu Sragen berharap para siswa SMK Binawiyata siap menjadi pengawas partisipatif yang proaktif. Dengan keterlibatan langsung dari para pemilih pemula, diharapkan tercipta ekosistem pemilu yang bersih, jujur, dan bermartabat di Kabupaten Sragen.

Penulis dan Foto: brian 

Editor: Hum@s