Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Sragen Sosialisasikan Pendidikan Demokrasi di SMAN 1 Gondang

1n2358

Sragen -  Bawaslu Kabupaten Sragen melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Demokrasi kepada siswa baru SMAN 1 Gondang pada Selasa (28/7/2026). Kehadiran Bawaslu Kabupaten Sragen tersebut disambut baik Kepala SMAN 1 Gondang, Teguh Prayitno. Ia berharap kerja sama antara sekolah dan Bawaslu tersebut bisa berlanjut lebih intens di masa mendatang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sragen, Dwi Budhi Prasetyo memaparkan secara langsung kepada siswa mengenai demokrasi dan pemilu. Ia juga mengenalkan keberadaan Bawaslu dan perannya dalam mengawasi pelaksanaan pemilu agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kecurangan, sehingga pemilu berlangsung berintegritas dan bermartabat.

Lebih lanjut ia menjelaskan pembagian lembaga negara Eksekutif, Legislatif dan  Yudikatif. Disampaikannya bahwa untuk menjabat Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR, DPRD, Kepala Daerah dan wakilnya harus melalui pemilu. Hal ini sejalan dengan sila ke-4 dalam Pancasila dan pasal 22E Undang-Undang Dasar 1945.

“Sejak 2019, kami mengawasi pelaksanaan pemilu, baik pemilu nasional maupun pemilihan kepala daerah. Tugas Bawaslu adalah mencegah dan menindak pelanggaran, hingga menyelesaikan sengketa pemilu,” ungkapnya di hadapan 356 siswa-siswi baru.

Di akhir pemaparannya, ia berpesan agar kelak menjadi pemilih cerdas dengan tidak mudah percaya berita bohong atau hoaks, serta menolak dan mencegah praktik politik uang.

Pesan senada juga disampaikan oleh Sri Wiharini. Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kabupaten Sragen itu menekankan agar jangan termakan hoaks dan tidak membagikan informasi sebelum memastikan kebenarannya. 

Poin penting yang disampaikannya adalah ketika di pemilu 2029 nanti para siswa ini akan menjadi pemilih pemula dan berhak mengunakan hak pilihnya dengan bertanggung jawab. Ia berpesan agar mengunakan pilih sesuai hati nurani, karena pilihan itu akan menentukan masa depan bangsa.

Untuk menguji pemahaman siswa, dalam kesempatan itu Sri Wiharini mengajukan pertanyaan pada dua perwakilan  peserta terkait materi  yang telah disampaikan. Secara umum ia merasa puas karena  para peserta mampu memahami ruang lingkup pemilu serta pentingnya tidak mudah percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya.

Menutup kegiatan, Sri Wiharini menegaskan harapan dan kesiapan seluruh siswa untuk turut serta menjaga proses demokrasi yang bersih dan berkualitas, kelak ketika  tiba waktunya mereka menggunakan hak pilihnya. 

Penulis dan Foto: Hum@s 

Editor: Hum@s