Bawaslu Sragen Dorong Pramuka Jadi Aktor Pengawas Partisipatif
|
SRAGEN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sragen terus mendorong pelibatan pemuda dalam mengawal jalannya pesta demokrasi. Komitmen ini kembali ditegaskan saat Bawaslu Sragen menghadiri undangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen dalam acara Talk Show Democracy bertajuk "Merawat Demokrasi yang Berkeadilan dalam Bingkai Kepramukaan", di Aula KPU Sragen, pada Selasa (28/7/2026).
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Sragen sekaligus Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Sumadi. Dalam forum edukatif ini, Sumadi membawakan materi komprehensif bertema "Partisipasi Aktif Pemuda Dalam Proses Tahapan Pemilu: The Power of Democracy".
Di hadapan para peserta yang didominasi oleh kelompok Gen Z yang juga anggota Pramuka, Sumadi memaparkan secara rinci urgensi peran generasi muda di TPS nanti. Berdasarkan klasifikasi warga yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih (genap berumur 17 tahun, sudah kawin, atau pernah kawin), Kabupaten Sragen memiliki total 787.363 pemilih dengan komposisi lintas generasi.
Sumadi membedah karakteristik demografi tersebut. "Generasi Z atau kelahiran 1997–2012 di Sragen berjumlah sekitar 165.686 pemilih. Karakteristik mereka ini masih memiliki pilihan yang labil dan cenderung menjadi swing voter. Sementara itu, generasi Milenial (1981–1996) yang berjumlah 222.567 pemilih umumnya sangat melek teknologi dan kritis terhadap isu-isu sosial politik," urainya.
Angka tersebut mendominasi komposisi pemilih jika disandingkan dengan pemilih Gen X yang rasional dan stabil (222.166), generasi Baby Boomer (152.926), dan Pre-Boomer (24.018) yang cenderung lebih loyal dan menjunjung tinggi nilai tradisional.
Melihat besarnya kekuatan kelompok muda dan milenial tersebut, Bawaslu memandang pemuda bukan sekadar komoditas perolehan suara, melainkan ujung tombak Pengawasan Partisipatif. Sumadi menjelaskan bahwa hal ini selaras dengan dibentuknya Saka Adyasta Pemilu sebagai wadah resmi bagi Gerakan Pramuka untuk mengawal Pemilu.
Sebagai penutup paparan, Sumadi memberikan pesan kepada para peserta agar mengambil sikap nyata dalam mengawal dan mengawasi proses pemilu.
"Pemuda itu memiliki the power of democracy. Oleh karena itu, pemuda harus menjadi pemilih yang kritis dan cerdas. Jangan apatis, jadilah agen pengawas atau social control di lingkungan masing-masing. Manfaatkan teknologi untuk menjadi aktivis media digital yang melawan hoaks, dan yang tak kalah penting, selalu senantiasa menjaga toleransi," tegas Sumadi.
Melalui kegiatan talk show dan kolaborasi bersama KPU ini, Bawaslu Sragen berharap Gerakan Pramuka dan elemen kepemudaan lainnya semakin proaktif terlibat, baik sebagai Pemantau Pemilu maupun Pengawas Partisipatif, demi mewujudkan pemilu berintegritas dan bermartabat di Kabupaten Sragen.
Penulis dan Foto: brian
Editor: Hum@s